Ono pun cukup menyayangkan anggaran terkait lingkungan hidup pada APBD 2026 sangat kecil atau berada di angka 0,46 persen. Jumlah tersebut, diutarakan dirinya, lebih berfokus kepada penanggulangan maupun pemulihan pasca bencana, bukan pencegahan yang dinilai lebih penting. Melihat hal tersebut, pihaknya yang berada di legislatif bakal melakukan evaluasi serta mendorong anggaran yang lebih besar untuk program mitigasi bencana.
“Nanti kita akan sampaikan di forum-forum resmi di DPRD Jawa Barat. Kita ingin pemerintah provinsi tak hanya fokus di ujung atau penangananan bencana dan pemulihan pasca bencana saja. Hal itu penting, tapi yang paling krusial adalah mitigasi, pencegahan, yang anggarannya mungkin ke depan harus lebih lebih diperbesar,” jelasnya.













