“Kita bukan lagi cerita konsep, tapi pada tataran pelaksanaan, karena konsepnya sudah bagus-bagus. Kami, PDI Perjuangan, ingin memiliki peran yang jauh lebih besar dalam persoalan lingkungan hidup ini, dengan melibatkan stakeholder, masyarakat, dan tentunya menjalankan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan pemerintahan baik di legislasi, anggaran maupun pengawasan,” ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat ini mengemukakan, bencana yang terjadi di beberapa wilayah Tatar Pasundan lantaran banyaknya lahan kritis. Dari laporan Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi, hutan di Jawa Barat yang masih utuh hanya 20 persen.
“Artinya 80 persen dalam keadaan rusak. Upaya pemerintah melakukan reboisasi, rehabilitasi juga belum maksimal. Walauupun programnya sudah ada sejak dulu, tapi pemerintah tidak pernah menjadikan lahan kritis itu menyempit, malahan semakin melebar. Hal itu kemungkinan salah satu penyebab terjadinya bencana alam di Jawa Barat,” tuturnya.













