Sebenarnya, masih menurut Daddy, Desa Japura Bakti juga membutuhkan perbaikan jalan selebar 5 meter dengan panjang sekitar 3 km. Bisa dipastikan bahwa desa tidak mungkin membiayai pembangunan infrastruktur sebesar itu. Oleh karena itu, Kuwu Japura Bakti memberinya “oleh-oleh” untuk disampaikan kepada Gubernur Jabar agar memperhatikan kebutuhan jalan masyarakat desa tersebut.
“Desa minta bantuan soal perbaikan jalan dan mengatasi banjir. Banjir di Desa Japura Bakti dikarenakan Sungai Singaraja yang selalu meluap. Hal ini akibat pembangunan tol yang hanya memberi saluran sangat kecil. Sebelum ada tol, saluran airnya cukup besar. Desa juga tidak pernah kebanjiran. Sekarang desa sering terendam sampai 12 jam. Balai desa saja terendam minimal 80 cm, bahkan pernah 1,5 meter. Ini butuh penanganan serius. Ini butuh bakti anak negeri, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat (DPR RI),” ujar dewan asal dapil Cirebon-Indramayu itu.













