Sebelumnya, Abah Acun dengan keterbatasan modal dan pengetahuan hanya dapat mengelola satu kolam ikan dengan hasil panen hanya satu kali dalam setahun.
“Penghasilan waktu itu hanya sebesar Rp1,5 juta. Itu tidak sepadan dengan pengorbanan biaya, waktu, dan usaha yang dilakukan dalam membudidayakan ikan nila hitam selama setahun,” ujar Abah Acun.
Namun setelah mengikuti program Desa Digital yang memberikan bantuan teknologi dalam pengelolaan budi daya ikan, termasuk penggunaan teknologi eFeeder, yang mampu mengoptimalkan pemberian pakan ikan, pendapatan Mang Acun meningkat enam kali lipat lebih dari Rp1,5 juta menjadi Rp10 juta dalam satu tahun.@herz













