• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Isra Mi’raj: Kembali ke Nilai

Isra Mi’raj: Kembali ke Nilai

Hargib by Hargib
17 Januari 2026
in Edukasi, Jurnal, Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lalu Mi’raj, adalah Naik Bukan untuk Lari, Tapi untuk Kuat Kembali. Mi’raj bukan eskapisme spiritual. Nabi tidak ‘kabur’ dari realitas, tapi beliau dikuatkan untuk kembali. Apa yang Rasulullah dapatkan, ternyata tidak ada perintah kekuasaan, tidak ada janji harta, tidak ada balasan dunia. Yang diberikan adalah perintah Salat, hadiah berupa ritual sunyi dan bernilai, dialog intim, serta energi batin. Seolah Allah berkata: ‘Jika engkau ingin tetap tegak di dunia yang keras, engkau harus kuat di dalam’.
Salat sebagai Pilar
Hadiah utama Isra Mi’raj bukanlah mandat kekuasaan, strategi politik, atau legitimasi sosial. Yang dibawa Nabi kembali ke bumi adalah Salat. Salat lahir bukan di istana, bukan di masa kejayaan,
tetapi di puncak kesedihan. Karenanya Salat bukan sekadar kewajiban, melainkan tempat kembali bagi yang Lelah, menjadi ruang aman bagi yang terluka, dan cara langit memeluk manusia yang hampir runtuh. Ketika beban hidup semakin semakin berat, maka semakin penting hubungan vertikal kita dengan Tuhan.
Salat juga menjadi pesan yang sangat simbolik. Salat adalah mekanisme pembentukan karakter, disiplin moral, dan pengelolaan diri. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45). Dalam perspektif manajemen modern, salat adalah bentuk manajemen nilai dan manajemen kesadaran. Salat melatih kepemimpinan diri, kejernihan batin, dan konsistensi moral. Tanpa kepemimpinan diri, kepemimpinan sosial akan rapuh. Tanpa nilai, maka sistem akan kehilangan ruh.
Tentu Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang unggul secara ekonomi, tetapi bangsa yang teguh secara moral. Isra Mi’raj mengajarkan bahwa peradaban besar selalu dibangun dari manusia-manusia yang memiliki hubungan jujur dengan Tuhan dan Nurani serta nilai.

BeritaTerkait

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Page 2 of 5
Prev123...5Next
Tags: Isra mirajkehidupan modernkembali ke nilaiMuhammad SAWSpiritual
Previous Post

MARINIR BANGUN HUNIAN SEMENTARA DAN SALURAN AIR PASCA BENCANA DI TAPANULI SELATAN

Next Post

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1447 Hijriyah)

Related Posts

Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Ragam

Kelola Kabupaten Berskala Besar, Kepala BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Untuk Mewujudkan Visi Misi Daerah

6 November 2026
Ragam

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Next Post

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1447 Hijriyah)

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021