Di Cina, sejak Dinasti Han (206 SM-220 M) hingga zaman semi kontemporer, penguasa Cina mempraktekkan sistem patriarki. Patriarki merupakan sistem sosial dan falsafah yang menganggap laki-laki lebih unggul daripada perempuan.
Dalam tradisi India, sejarawan Renate Syed dari Universitas Ludwig-Maximillian di München menulis buku,”Ein Unglück ist die Tochter” (Sialnya Anak Perempuan).
Ia menulis, ”Perempuan sejak dulu dilihat sebagai milik kaum pria. Hanya pria yang dianggap sebagai mahluk yang bijaksana. Perempuan dianggap tidak bijaksana. Karena itu, orang menganggap perempuan harus diawasi oleh pria.”
Sementara itu menurut kepercayaan Yahudi, wanita adalah makhluk terlaknat. Mereka meyakini, wanitalah yang menyebabkan Adam melanggar larangan Allah hingga dikeluarkan dari surga.













