Sistem Kapitalis telah menjerat Indonesia agar memiliki banyak utang. Tata kelola ala Kapitalis telah merusak sumber daya alam kita yang harusnya menjadi berkah. Pengelolaan sumber daya alam kepada asing membuat kita tak bisa menikmatinya. Kecuali hanya setetes. Hingga harus berutang untuk bisa membangun infrastruktur.
Di satu sisi, strategi pembangunan yang ditempuh Pemerintah saat ini secara substansial tidak berbeda dengan rezim-rezim sebelumnya. Dengan berkedok mendorong investasi, Pemerintah justru semakin menjerumuskan negara ini dalam kubangan utang. Ketergantungan utang menyebabkan sebagian alokasi APBN terserap hanya untuk membayar utang dan bunganya dalam jangka waktu yang Panjang.
Selain itu, kemandirian negara ini juga tergadaikan karena komitmen utang yang disepakati mensyaratkan berbagai hal yang menguntungkan negara pemberi utang, namun merugikan negara ini, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang politik, pertahanan dan keamanan. Hal yang juga sangat mendasar adalah utang-utang yang ditarik oleh Pemerintah dan BUMN di atas merupakan utang ribawi yang diharamkan secara tegas oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.













