Bandung, BEDAnews
Pasangan calon walikota nomor urut empat Ridwan Kamil-Oded. M. Danial diprediksi menjadi pemenang dalam Pilwalkot Bandung 2013 versi lembaga survey Indonesia Strategic Institute (INSTRAT). Selain itu INSTRAT juga memprediksi pilwalkot 2013 ini akan berlangsung dua putaran.
“Masyarakat melihat sosok Ridwan Kamil itu bersih, penampilannya bagus, dan pembawaannya tenang. Itu yang membuat dia disukai oleh masyarakat,” ujar Hendri Baskoro, Direktur Sosial Politik INSTRAT, di Hotel Sawunggaling, Kamis (20/6). Dari segi popularitas dan disukai, kata Hendri, Pasangan Rido merupakan pasangan yang berhasil mengumpulkan dukungan terbanyak selama kampanye dan berpotensi memenangkan Pilwalkot Bandung mendatang.
Sementara itu Adi Nugraha dari Kajian Strategis INSTRAT menyatakan INSTRAT menyatakan telah melakukan survey 1500 responden di 30 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Bandung pada 16-19 Juni 2013 dengan margin error 3,5%.. Adi menyatakan, calon petahana Ayi Vivananda unggul dalam popularitas dengan persentase 66,71, diikuti Ridwan Kamil (65,77%), Edi Siswadi (64,63%), dan Nani Suryani (62,08%). Sedangkan dari tingkat disukai, Ridwan berada di posisi 1 dengan 28,1%, diikuti Ayi (21,7%), dan Edi Sis (21,4%).
Saat disinggung soal kasus yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera, yang notabene mengusung RIDO, Jalu Pradono dari Kajian Strategis INSTRAT, menyatakan, itu bukan penghalang, karena warga Kota Bandung melihat dari sosok bukan partainya. Pasalnya, sekitar 30% responden tidak mengetahui kasus yang membelit mantan presiden partai tersebut.
INSTRAT juga mengadakan survei untuk melihat korelasi kasus korupsi Dana Bantuan Sosial Kota Bandung yang menyeret calon wali kota lainnya, Edi Siswadi, yang telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi.
Isu bansos sendiri, dikatakan Jalu, mendapat perhatian dari sebagian pemilih, dan mereka yakin kandidat petahana terlibat dalam kasus tersebut, meski belum ada pendalaman terkait alasan masyarakat. Itu tampak dari survei sebesar 23,72% bahwa Edi Sis terlibat, disusul Nani (19,56%), lalu Ayi (16,64%). Dan hanya 5% yang meyakini kandidat lain terlibat. Masyarakat Kota Bandung sendiri tidak menginginkan adanya putaran kedua di pemilihan mendatang dengan jumlah persentase 62,95. (Lanie)











