Statemen:
Studi saya tentang praktik Islam membuktikan urgensinya multi pendekatan dakwah yang dinamis. Pendekatan dakwah bi al-lisan dengan tanpa menafikan popularitasnya terbukti tidak memadai lagi dan cenderung monoton. Promosi dan implementasi nilai-nilai luhur Islam yang rahmatan lil’alamin, berkeadilan dan toleran misalnya, pada aspek metodologi dan substansi, nampak lebih kompatibel dengan kebutuhan sosial saat ini. Bukan skil teknis saja yang diperlukan, namun juga pemhaman Islam yang lebih substantif dalam berdakwah. Substansi dakwah sebenarnya lebih pada bagaimana pendekatan dan cara membumikan nilai-nilai luhur Islam tersebut dalam praktik keseharian umat. Pendekatan paling urgen ialah multi pendekatan dakwah dan bersifat kolektif yang memadukan elemen-elemen kemampuan individual dalam meningkatkan kualitas umat. Kepemimpinan dan manajamen berbagi peran seperti dalam sebuah tim yang akan memuluskan implementasi nilai-nilai luhur Islam. Perubahan pada cara pandang dakwah tobe or not to be sangat mendesak. Rekonseptualisasi dakwah mutlak dilakukan di tengah perkembangan ilmu ilmu yang serumpun maupun ilmu bantu sebagai alat mengembangkan studi dakwah. Dalam pengembangan ilmu dakwah, mulai tahap desain interdisiplin ke antardisiplin hingga ke transdisiplin ! Metode komparatif dalam studi dakwah menjadi bahagian penting ke depan dalam riset maupun pengajaran, karena akan memacu interkoneksi dan dialog untuk meperoleh pengakuan di dunia akademik lebih luas dan global. Penelitian-penelitian dakwah di luar Nusantara, seperti di Timur Tengah, Eropa dan Amerika menjadi kemestian, karena konteks sosial-budaya dan corak pemikiran dakwah berbeda-beda guna mencapai target pengakuan itu.*** har












