Tujuan tersebut dijabarkan melalui empat langkah yang saling menguatkan, sekaligus menjadi pengantar pengembangan kompetensi abad ke-21: berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Keempatnya perlu ditopang karakter agar inovasi menghasilkan kecakapan sekaligus tanggung jawab. Pembahasan bergerak dari pembelajaran, kemitraan, kapasitas pendidik, hingga etika pemanfaatan teknologi:
Pertama: Memperbarui Pembelajaran Digital secara Merata; Hasil PISA 2022 menunjukkan capaian siswa Indonesia dalam matematika, membaca, dan sains berada di bawah rata-rata OECD. Temuan ini menguatkan kebutuhan pembelajaran yang melatih pemahaman dan penalaran. Digitalisasi perlu diarahkan pada kegiatan menyelidiki persoalan, menguji informasi, serta menghasilkan karya. Pembelajaran berbasis proyek dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara terbimbing, disertai pemeriksaan sumber dan penjelasan proses berpikir. Pemerataan membutuhkan internet, perangkat, materi yang mudah diakses, serta pilihan pembelajaran luring. Sekolah dapat memulai proyek sederhana tentang lingkungan sekitar. Keberhasilan dinilai melalui peningkatan kemampuan siswa menjelaskan masalah dan menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat.












