Menanggapi hal tersebut, Prof.Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung menyatakan untuk Ushuluddin harus melihat kontek hari ini. Maksudnya, kurikulum seperti apa?, sebab data yang dipegang oleh Direktur ada juga IAT berasal dari SMA, MA, SMK dan lainnya. Lantas pada input yang beragam seperti ini, kita mendesain kurikulum seperti apa? Ketika inputnya beragam seperti itu, siap tidak menyiapkan kurikulum siswa menjadi mufassir? Itu semua tergantung konteknya.
“Dan bagi saya sebagai Dekan FU, tidak bisa mengambil sikap sendiri atas perenungan ini, harus sharing dulu dengan stekeholder, jajaran dekanat,dst.”tandasnya.
Wahyudin menyatakan pihaknya tidak keluar dari pernyataan Direktur.Namun, Ia mencoba dari pernyataan itu, melihat proyeksi yang jauh kedepan,” ya sudah orang yang urusannya Teknologi, ada orang fokus di Teknologi, Perbankan juga Fokasional ada orang yang di didik untuk urusan Perbankkan.













