KAB. BANDUNG || bedanews.com — Mungkin merupakan salah satu solusi terbaik bagi rakyat Indonesia saat menunggu keputusan akhir dari perhitungan rekapitulasi suara dengan memanjatkan doa kepada Alloh SWT untuk memohon pemimpin yang baik.
Inilah sebuah Doa yang kita panjatkan agar memperoleh Pemimpin dan Wakil Rakyat yang amanah, “Allahumma ashlih wulaa ta umuurinaa, Allahumma waffiq hum limaa tuhibbu wa tardho, Allahummaj ‘alhum rahimatan ‘alaa ‘ibaadika, Allahummaj ‘alhum qowwaamiina bilqisthi, Allahummaj ‘alhum muhaa fidziina ‘ala diinika wa ‘irdika, Allahumma ashlih bihim ammataka, Allahumma ashlih bihim bilaa daka, Allahumma ashlih bihim ‘aalamaka.”
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah pemimpin-pemimpin kami. Ya Allah, berilah mereka petunjuk kepada apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, jadikanlah mereka rahmat bagi hamba-hamba-Mu. Ya Allah, jadikanlah mereka penegak keadilan. Ya Allah, jadikanlah mereka penjaga agama dan kehormatan-Mu. Ya Allah, perbaikilah umat-Mu dengan mereka. Ya Allah, perbaikilah negeri-Mu dengan mereka. Ya Allah, perbaikilah dunia-Mu dengan mereka.” Aamiin.
Sebab secara global ada penjelasan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan perhelatan pesta demokrasi besar, dan pemilu adalah proses pemilihan untuk memilih sebagian besar atau seluruh anggota suatu badan terpilih badan legislatif dan presiden yang dipilih secara langsung oleh masyarakat.
Jadi Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat atau politikus selaku komunikator politik.
Para pemilih dalam Pemilu adalah penentu masa depan bangsa dan negara, dan kepada merekalah para peserta Pemilu, Capres dan Wacapres, DPR RI, DPD, DPRD Kabupaten/Kota, menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye yang dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.
Selanjutnya dilakukan perhitungan dan rekapitulasi suara untuk diinformasikan kepada rakyat. Meski pada dasarnya ada sebagian tokoh elit politik mengatakan, kalau Politik itu Dinamis yang artinya bukan Benar atau Salah melainkan Menang dan Tidak Kalah, kenyataannya dilapangan Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.
Dan melalui doa kepada Alloh SWT, semoga harapan kita mendapatkan Pemimpin dan Wakil Rakyat yang baik bisa terwujud. Membawa kita ke arah perubahan yang lebih baik, agar kita bisa hidup sejahtera tidak kekurangan sandang papan.***











