Artinya: Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan) (Hilyatul Auliya’, 2: 378).
Dalam kata lain, Malik bin Dinar juga berkata:
Artinya: Jika seorang hamba mempelajari suatu ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin merunduk. Namun jika seseorang mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka itu hanya akan membuatnya semakin sombong (berbangga diri) (Hilyatul Auliya’, 2: 372).
Ketiga: Ketika beramal tidak ikhlas,
Beramal merupakan perbuatan yang baik, karena akan memberikan kebaikan bagi dirinya dan sekitarnya, tetapi ada kalanya juga beramal menjadi tidak bermakna dan berpahala ketika tidak dilandasi dari rasa ikhlas. Atau bahasa sekarang hanya sekedar pencitraan dan pansos semata . Dan ketika seseorang tidak memiliki rasa ikhlas, maka hatinya akan bermasalah yakni mengidap penyakit hati bernama riya, ingin dipuji dan sombong. Andaikata tidak ada yang memujinya ia akan siku dan malas beramal kembali.













