Artinya: Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Sehebat-hebatnya dan berdoa-kuatnya hati untuk selalu istiqomah, pasti ada rintangannya, karena kita sebagai umat Nabi Muhammad tidaklah maksum sebagaimana para Nabi dan Rasul. Sehingga kita sepanjang hidup pasti banyak melakukan kemaksiatan, salah satu penyebabnya karena kelalaian hati kita terhadap Allah swt.
Diriwayatkan dalam kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Imam Nawawi al-Bantani (1813-1897) Syekh Hasan Al-Bashri berkata: Sesungguhnya rusaknya hati itu menyebabkan 6 hal:
Artinya: Yakni (1) sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima, (2) mempelajari ilmu namun tidak mau mengamalkannya, (3) ketika beramal tidak Ikhlas, (4) memakan rezeki Allah namun tidak mensyukurinya, (5) tidak ridha (puas) ) dengan mempersembahkan kepada Allah, dan (6) menguburkan jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian mereka.













