Sebaik-baiknya manusia merupakan yang dapat mengambil hikmah dari peristiwa kematian, karena kematian bukan hanya sekedar takdir melainkan hikmah dan nasehat dari Tuhan untuk yang masih hidup. Karena dengan kematian manusia tidak terlalu bernafsu untuk mengejar kenikmatan dunia. serupa disebutkan dalam sebuah hadis;
Artinya:Abu Hurairah ra meriwayatkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutusan kelezatan, yaitu kematian” (HR Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
Dengan mengingat mati seorang hamba juga bisa menjadi menjadi mukmin yang cerdas berakal. serupa yang diriwayatkan oleh Ibnu majah:
Artinya: Abdullah bin Umar ra bercerita, Aku pernah bersama Rasulullah saw, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad saw lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, orang beriman di kedalaman yang paling terbaik?”, Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”. Orang ini bertanya lagi: “Lalu orang beriman disitulah yang paling berakal (cerdas)?”, dia menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal ” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Ibnu Maya).(Wallahu alam)













