Seperti dijelaskan dalam sebuah kisah, ada seorang anak yatim yang memandang ke kejauhan, ketika ia melihat seseorang diusap oleh ayahnya, ia hanya bisa mengusap air matanya sendiri. Ada juga kaum miskin dan membutuhkan yang bingung tentang apa yang akan mereka makan besok. Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mengingatkan: “Seorang mukmin bukanlah orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Hakim).
Kita juga harus memperhatikan saudara-saudara kita yang menderita musibah dan yang dikelilingi oleh kesulitan. Idul Fitri adalah hari kemanusiaan. Bagikanlah kegembiraan kita. “Jika Anda memiliki harta, berikanlah harta. Jika Anda memiliki kekuatan, bantulah dengan kekuatan Anda. Jika Anda tidak mampu dengan kekuatan Anda, panjatkanlah doa yang tulus. Kesalehan kita hanya terlihat sempurna jika ibadah di atas sajadah dilengkapi dengan kebaikan dan sikap penuh kasih sayang terhadap sesama,” pungkas Haji Eep.***












