*Kelima,* kedaulatan pertahanan, yang ditopang industri pertahanan nasional, sumber daya manusia unggul, dan kemampuan menghadapi ancaman multidimensi.
Kelima pilar tersebut merupakan fondasi kemerdekaan yang sesungguhnya. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi hanya akan menghasilkan kemakmuran yang rapuh.
*Penutup*
Sebentar lagi bangsa ini akan memasuki usia satu abad. Seratus tahun adalah tonggak sejarah yang tidak boleh hanya dirayakan dengan upacara dan slogan. Ia harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa Republik Indonesia tetap menjadi tuan di rumahnya sendiri.
Karena itu, jangan sampai kita terlalu sibuk mencari “Londo Ireng”, tetapi lengah terhadap hadirnya “Londo Putih” sebagai metafora dari berbagai bentuk ketergantungan yang menggerus kemandirian bangsa. Ancaman terbesar abad ini bukan hanya mereka yang menyerang dari luar, melainkan juga setiap keadaan yang membuat Indonesia kehilangan kebebasan menentukan masa depannya sendiri.













