Kolonialisme modern tidak lagi memerlukan kapal perang. Ia cukup hadir melalui investasi yang tidak menghasilkan alih teknologi, penguasaan data digital, dominasi platform global, standar teknologi, kontrak jangka panjang, pembiayaan, dan ketergantungan terhadap produk strategis.
Inilah wajah baru perebutan pengaruh dunia.
*Londo Putih: Ketika Ketergantungan Menjadi Senjata*
Pengalaman saya bertugas sebagai Penasihat Militer Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memperlihatkan bahwa persaingan antarnegara kini jauh lebih banyak berlangsung di ruang ekonomi, teknologi, siber, informasi, dan diplomasi dibandingkan di medan tempur.
Perang Rusia-Ukraina, rivalitas Amerika Serikat-Tiongkok, konflik di Timur Tengah, hingga perlombaan menguasai kecerdasan buatan menunjukkan satu pola yang sama: siapa menguasai teknologi, dialah yang memiliki pengaruh.













