Sukabumi, BEDAnews.com
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah mengungkapkan, dalam rangka menyongsong Eradikasi Polio Global Tahun 2020, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi akan berupaya optimal menyukseskan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio Tahun 2016 di Kota Sukabumi.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sudah melaksanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi PIN Polio Tahun 2016, sekaligus mengenalkan vaksin baru kepada warga masyarakat Kota Sukabumi, ungkapnya.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga mengajak kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan PIN Polio Tahun 2016 di Kota Sukabumi. Karena imunisasi, merupakan salah satu upaya untuk mencegah berbagai jenis penyakit yang sangat efektif.
Namun sangat disayangkan, karena masih banyak warga masyarakat yang memiliki anggapan, bahwa imunisasi itu hanya merupakan formalitas dan membuang waktu. Padahal dengan imunisasi, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari berbagai jenis penyakit. Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan imunisasi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, yakni setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan, untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi, dan pemerintah diwajibkan memberi imunisasi secara lengkap kepada setiap bayi dan anak.
Dijelaskannya, PIN Polio Tahun 2016 ini, di Kota Sukabumi menurut rencana akan dilakasanakan selama 8 hari, tepatnya dari tanggal 8 sampai dengan tanggal 15 Maret 2016 mendatang. Disamping itu juga dijelaskan, dalam pelaksanaan PIN Polio Tahun 2016 ini, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menargetkan, bahwa seluruh bayi dan anak yang ada di wilayah Kota Sukabumi, yakni sekitar 20.000 bayi dan anak mendapat imunisasi, sesuai dengan umur dan jenis imunisasi yang dibutuhkan, serta tidak dipungut biaya alias gratis.
Dijelaskan pula, PIN Polio ini sebelumnya sudah dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut, yakni pada tahun 1995, 1996 dan 1997. Pada saat itu, virus polio liar asli Indonesia atau indigenous, sudah tidak ditemukan lagi. Namun pada tanggal 13 Maret 2005 yang lalu, ditemukan kembali kasus polio importasi pertama, tepatnya di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
“Dengan ditemukan kembali kasus polio tersebut, menjadi dasar pertimbangan dan kebijakan pemerintah, bahwa Imunisasi Polio ini harus diberikan kembali kepada setiap bayi dan anak di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. (MYS)













