Tahun ini, Kementerian ATR/BPN berhasil menghimpun 80 ekor sapi dan 19 ekor kambing dari para pegawai serta mitra sebagai wujud ibadah. Wamen Ossy menekankan bahwa, nilai kurban tidak terbatas pada aspek seremonial, tetapi juga mencerminkan sikap melepas kepentingan pribadi demi kepentingan publik.
“Kurban bagi insan ATR/BPN bisa berarti kesiapan untuk menanggalkan kepentingan pribadi, untuk bekerja melayani masyarakat, menyelesaikan konflik pertanahan, menata ruang, dan memberikan keadilan agraria,” lanjut Wamen Ossy.
Wamen Ossy menutup sambutan dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan kurban. “Tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari raya kurban selain menyembelih hewan. Darah kurban itu sampai kepada Allah bahkan sebelum menyentuh tanah,” ucapnya.













