Dalam bidang diplomasi kota, Jakarta sangat memungkinkan akan memperluas jaringan sister city, menjadi tuan rumah forum-forum global dan membentuk Jakarta Global Center sebagai pusat diplomasi urban. Fokus penataan kota tidak lagi pada simbol kekuasaan, tetapi pada kenyamanan hidup dan kualitas lingkungan. Program reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik akan menjadi prioritas utama, dengan kontrak kinerja ASN yang transparan dan terukur.
Rencana Pemindahan status ibu kota bukan akhir dari peran Jakarta. Justru, tantangan barunya adalah menjadi kota global yang mandiri dan kompetitif. Pramono Anung memahami tantangan ini dengan matang. Ia bukan tipe pemimpin populis, tetapi teknokrat-politisi yang mampu menjahit kepentingan berbagai pihak.













