Dalam kondisi yang dinamis tersebut, Pramono Anung akhirnya terpilih sebagai Gubernur Jakarta. Sosok politisi senior PDIP ini dikenal tenang, berpengalaman dan loyal pada visi kenegaraan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden sebelumnnya. Ia datang bukan sekadar sebagai tokoh kompromi, tapi membawa misi besar: menjadikan Jakarta masuk dalam daftar 50 kota global teratas dunia dalam target waktu hingga tahun 2029 ke depan.
Saya meyakini Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memiliki visi besar yang mencakup penguatan posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi digital, industri kreatif dan sektor strategis lainnya. Ekosistem startup dan sektor digital akan terus diperluas, sejalan dengan percepatan elektrifikasi transportasi publik.
Tergambar jelas bahwa, jaringan MRT, LRT dan bus listrik akan dikembangkan secara optimal, bahkan jika memungkinkan hingga mencakup wilayah aglomerasi. Dalam penanganan banjir, rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan air laut, Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall (GSW) atau Tanggul Laut Raksasa.Seluruh layanan kota akan diarahkan untuk mewujudkan efisiensi, inklusivitas dan keberlanjutan.













