Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, nama Batavia diubah menjadi Djakarta sebagai bagian dari program de-Nederlandisasi. Meskipun masa pendudukan Jepang penuh penderitaan, semangat nasionalisme rakyat Indonesia tumbuh kuat dan menjadi salah satu pemicu lahirnya Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Pasca kemerdekaan, Djakarta diserap sebagai nama resmi yang kemudian ditetapkan menjadi “Jakarta”. Meski baru resmi digunakan di masa pendudukan Jepang, akar nama tersebut berasal dari “Jayakarta.”Makna Jayakarta berarti kota kemenangan, sehingga memiliki nilai historis yang kuat. Itulah sebabnya, ulang tahun Jakarta selalu diperingati pada 22 Juni.
Memasuki masa kemerdekaan, Jakarta memainkan peran vital dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia, termasuk menghadapi pasukan Sekutu dan Belanda yang datang kembali melalui NICA. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pintu masuk mereka ke Indonesia. Jakarta menjadi saksi peristiwa-peristiwa krusial seperti agresi militer Belanda, pergantian kabinet, hingga perundingan diplomatik yang berujung pada pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 27 Desember 1949.













