• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Humanika: Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Humanika: Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Asep Budi by Asep Budi
20 Desember 2015
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Jakarta, BEDAnews.com

Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Syahroni mengatakan, sejak awal Presiden Jokowi sudah mencanangkan timnya sebagai Kabinet Kerja. Bahkan selalu mengumbar slogan kerja, kerja dan kerja.

"Namun kenyataannya, bukannya kerja yang digalakkan oleh tim kabinetnya, tetapi lebih giat memproduksi kegaduhan demi kegaduhan. Yang mutakhir publik disuguhi kegaduhan soal papa minta saham. Di mana Menteri ESDM Sudirman Said berperan sebagai penyulut sumbunya. Dan entah mengapa kemudian Jaksa Agung HM Prasetyo juga ikut-ikutan menyulut sumbu pada sisi yang lain," ungkap Sya’roni kepada wartawan melalui bbm, minggu (20/12/2015).

BeritaTerkait

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026

Syahroni menegaskan, kegaduhan yang ditimbulkan atas perkara tersebut sudah sempurna. Dirinya pun menuding pihak yang diuntungkan adalah kedua penyulut sumbu tersebut yang tak lain, Sudirman Said dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Jelas kedua penyulut sumbu itulah yang menangguk keuntungan. Setidaknya, citra keduanya terkerek tinggi sekali. Padahal bila dicermati, kinerja keduanya belum memberikan manfaat yang berarti buat rakyat," ujarnya.

Syahroni pun menyarankan Presiden Jokowi untuk bertindak tegas. Yakni dengan mengevaluasi tim kabinetnya yang terbukti hanya bisa menyulut sumbu kegaduhan. "Bila Jokowi tidak bertindak tegas, khawatirnya tindakan menyulut sumbu ini akan ditiru oleh menteri-menteri yang lainnya. Bila hal ini sudah menjadi preseden, maka akan terjadi disharmonisasi di dalam kabinet. Jika itu yang terjadi maka sebaiknya Jokowi mengubah nama kabinetnya menjadi Kabinet Gaduh," pungkasnya.

Perlu diketahui, Perkara rekaman PT Freeport Indonesia yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai telah menimbulkan kegaduhan di Kabinet Kerja. Belum lagi ditambah dengan peran serta Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ikut-ikutan mengusut perkara tersebut. (MR)

Previous Post

Humanika: Pemimpin Baru KPK Harus Jawab Keraguan Publik

Next Post

DPRD Kota Depok Setujui Raperda Tentang APBD Kota Depok TA 2016

Related Posts

TNI-POLRI

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
TNI-POLRI

Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Bagikan 22.000 Porsi Makanan Gratis Untuk Masyarakat pada TNI Fair 2026 Di Monas

20 September 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia

20 September 2026
Next Post

DPRD Kota Depok Setujui Raperda Tentang APBD Kota Depok TA 2016

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021