Banyak orang bilang, “Ah, Hormuz jauh di sana. Itu urusan Iran sama Amerika. Indonesia tidak usah ikut-ikut.” Saya bilang: salah besar.
Setiap hari, sekitar 23 juta barel minyak melewati Selat Hormuz. Dunia tergantung di jalur itu. Dan Indonesia? Kita masih mengimpor setengah dari kebutuhan bahan bakar minyak nasional. Artinya: kalau Hormuz macet, harga minyak dunia naik. Kalau harga minyak naik, subsidi membengkak, inflasi merangkak naik, dan ibu-ibu di pasar tradisional ikut berteriak kesal.
Yang paling miskin, yang paling dulu kena. Ini bukan geopolitik. Ini urusan perut rakyat. Maka jangan pernah bilang Hormuz tidak ada hubungannya dengan Indonesia.
Malaka Bukan Lapangan Parkir Kapal Asing
Sekarang lihat Malaka. Kapal induk Amerika Serikat lalu lalang dengan santainya. Mereka bilang itu hak lintas transit berdasarkan UNCLOS 1982. Betul, sebagai mantan prajurit, saya tidak bisa membantah hukum laut internasional. Tapi saya tahu betul perbedaan antara melintas dan beroperasi.













