Presiden mencontohkan, hilirisasi industri dengan dukungan energi hijau yang berlangsung di Maluku Utara dan Sulawesi mampu mendorong perekonomian daerah tersebut. Pertumbuhan ekonominya Maluku Utara tumbuh hingga 27 persen dan Sulawesi 8,24 persen secara umum.
“Kalau semua provinsi melakukan hilirisasi-industrialisasi, inilah reformasi struktural riil yang ingin kita lakukan. Mengubah undang-undangnya di hulu, kemudian mengimplementasikannya di pelaksanaan,” tambahnya.
Presiden yakin bahwa harga energi hijau ke depan akan semakin murah dan kompetitif dibanding dengan energi fosil. Hal ini perlu terus didorong agar sinergi dengan sektor industri bisa terrealisasi.
“Karena yang namanya hidro power mestinya, misalnya di Sungai Kayan, hitungan saya bisa mencapai harga Rp 2-4 sen per kWh, jauh di bawah batu bara. Kalau sungai yang lain juga kita lakukan hal yang sama, inilah sebenarnya kekuatan besar kita,” jelas Presiden.













