
Ia menyebut, Haul Gusdur ini akan dilakukan rutin mengikuti perhitungan hijiriah, karena kalau liat perhitungan Masehi itu jatuhnya di bulan Desember.
“PKB sudah mendeklarasikan, Haul Gusdur akan dilaksanakan 14 Muharam tahun Hijriyah,” terangnya.
Wahid menjelaskan, bukan hanya Nahdatul Ulama, tapi semua rakyat Indonesia mengakui Gusdur ini adalah bapak bangsa yang patut dicontoh, dalam hal keagamaan, Pemerintah kemanusiaan.
“Gusdur harus jadi referensi kita yang kerap membela kaum lemah, tidak bedakan suku ras dan agama, tidak berbicara minoritas, tapi harus menghormati sesama makhluk ciptaan Tuhan,” ungkap Wahid.
Dirinya berharap, kedepan khususnya kota Tasikmalaya bisa menjadikan figur Gusdur sebagai tauladan yang pantas dicontoh rakyat Indonesia.













