Namun saat mau meminta izin untuk mengambil poto Abah, penulis di buat bingung. Abah sudah ada tidak ada di depan penulis, hilang entah kemana. Tak lama kemudian bulu kuduk penulis berdiri walau pun di siang bolong, lalu bergegas pergi meninggalkan tempat pertemuan tadi yang rupanya hanya hamparan rumput dan ilalang.
Lalu siapakah Abah sebenarnya? Bagaimana padang rumput ilalang itu berubah jadi saung? Wallahu A’lam Bishawab. (Ceuk Kuring).
Page 4 of 4













