Kedua, lembaga pendidikan dan keluarga harus membangun sinergi pendidikan karakter secara konsisten. Sekolah dan madrasah tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Sementara keluarga merupakan madrasah pertama yang menentukan fondasi moral anak. Karena itu, komunikasi antara guru dan orang tua harus diperkuat melalui keteladanan, pengawasan penggunaan media digital, pembiasaan ibadah, serta budaya dialog dalam keluarga. Pendidikan cinta tanah air juga perlu dihadirkan melalui pengenalan sejarah perjuangan bangsa, penghormatan terhadap simbol negara, dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ketika keluarga dan lembaga pendidikan berjalan sendiri-sendiri, pembentukan karakter anak menjadi lemah. Sebaliknya, sinergi keduanya akan melahirkan tunas bangsa yang cerdas, kritis, santun, dan memiliki kepedulian kebangsaan yang kuat.













