Menhan Sjafrie juga turut menyampaikan dampak dari kegiatan retreat tersebut. Selama beberapa hari mengikuti pembekalan, ada perubahan yang dirasakan. “Kita merasakan ada perubahan, yang pertama perubahan suasana kebatinan. Menyatunya suasana kebatinan,” kata Menhan.
“Karena tanpa ada suasana kebatinan yang menyatu, sulit untuk suatu organisasi, apalagi ini suatu organisasi yang besar,” tambah Menhan.
“Dengan jumlah penduduk yang besar, mengatur warga Bangsa Indonesia perlu dipersatukan dengan rasa persatuan dengan memupuk suasana kebatinan dan mencocokkan pemikiran, kemudian dinavigasikan kepada tujuan bersama,” tutur Menhan Sjafrie.
Selain itu, Menhan Sjafrie juga menyampaikan bahwa Bapak Presiden RI Prabowo mengisyaratkan bahwa kegiatan retreat seperti ini tidak hanya dilaksanakan untuk saat ini saja, namun juga dilaksanakan secara berkala. “Untuk check point dan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi langkah strategis itu bisa dilaksanakan oleh pembantu-pembantunya, termasuk Panglima TNI, Kapolri dan Jaksa Agung. Terutama kita dalam rangka memastikan penegakkan hukum, anti korupsi. Itu bisa berjalan dilaksanakan oleh semua anggota Kabinet Merah Putih dengan memberikan teladan bagi lingkungan kerjanya,” ujar Menhan Sjafrie. (Biro Humas Setjen Kemhan)













