Turut hadir pula istri mantan Wali Kota Bandung, Ceu Popong Otje Djundjunan. Menurutnya peringatan hari ibu bukan hanya untuk mereka yang telah memiliki anak saja, melainkan untuk seluruh perempuan di Indonesia.
Sebab hari ibu ditetapkan sebagaimana peristiwa Kongres Perempuan yang terjadi pada 22 Desember 1928.
“Hari Ibu di negara lain itu mothers day, hanya untuk ibu. Sedangkan di Indonesia, hari ibu. Itu adalah hari pernyataan wanita Indonesia menyatakan dirinya ‘oke kaum pria kami siap bergandengan tangan, berdiri sama sejajar untuk sama-sama membangun bangsa dan negara,” tuturnya. (Cut Salsa)
Page 4 of 4













