Bandung, BEDAnews.com
Hari Habitat Sedunia telah dicanangkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yaitu setiap Hari Senin pada Minggu Pertama di Bulan Oktober. Dan peringatan tahun ini mengambil tema “Aspirasi Masyarakat Pemukiman Kumuh”, sebagai suatu misi bagi usaha untuk mengedepankan kebijakan pembangunan berkelanjutan, terutama untuk memastikan penyediaan pemukiman memadai bagi Masyarakat.
Sebagai salah satu Pemerintah Kota yang sangat mengedepankan pembangunan perumahan bagi Masyarakat Kota Bandung, Walikota Bandung M. Ridwan Kamil menghadiri Peringatan Hari Habitat Sedunia yang diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (02/10) lalu.
Emil dalam acara tersebut merupakan salah satu Kepala Daerah yang diundang oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk berbagi kepada Kepala Daerah Lainnya atas inovasi dan ide – ide dalam mempebaiki habitat dan kelayakan permukiman bagi Rakyat.
Dalam paparan singkatnya, Emil memaparkan pada para peserta bahwa dalam melakukan perbaikan habitat perumahan Rakyat dirinya banyak melakukan perbaikan dengan cara – cara seperti merubah pinggiran sungai yang tadinya menjadi bagian belakang perumahan menjadi bagian depan dari habitat perumahan. “Apabila bantaran sungai dijadikan sebagai halaman bagi perumahan maka akan lebih terlihat rapi dan akan terhindar dari penumpukan sampah dan juga kesan kumuh,“ ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya juga sedang mengusahakan cara rehabilitasi atau revitalilasi perumahan masyarakat dengan cara melakukan “Rolling Stock”, sehingga tidak ada perumahan atau masyarakat yang harus digusur.
“Dengan cara Rolling Stock maka perumahan yang akan direvitalisasi tidak perlu digusur secara paksa, mereka akan direlokasi ke apartemen rakyat sebagai sarana transit sementara perumahan mereka di rehabilitasi dan setelah apartemen mereka telah selesai mereka dapat kembali ke habitat perumahan mereka kembali, sehingga tidak ada yang berubah, baik sistem sosialnya maupun pola hidup mereka,” tegasnya.
Mengakhiri paparannya Emil melaksanakan Penandatangan Kesepakatan MOU (Memorandum of Undestanding) dengan Dirjen Perumahan Rakyat Kemetrian Pekerjaan Umum Imam Nawawi dalam rangka Program Peningkatan Kualitas pemukiman kumuh antara Kabupaten dan Kota dengan Pemerintah Pusat. (Ricard)












