• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Harga Naik, Rakyat Panik

Harga Naik, Rakyat Panik

Hargib by Hargib
1 Januari 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perspektif Ekonomi Islam

Dalam ekonomi Islam, kepanikan harga adalah tanda ketidakseimbangan (mizan). Islam dengan tegas melarang ihtikar, yakni menahan barang demi menaikkan harga karena merusak keadilan pasar.

Al-Qur’an mengingatkan:

“Celakalah orang-orang yang curang, yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, tetapi apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
(QS. Al-Mutaffifin: 1–3)

BeritaTerkait

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026

Ayat ini tentu bukan hanya soal timbangan fisik, tetapi juga tentang moral harga. Ketika harga dimainkan, yang dikurangi bukan hanya gram dan kilogram, tetapi hak hidup manusia.

Pancasila dan Kepanikan Sosial

Kepanikan rakyat akibat harga naik tentu bersinggungan dengan sila ke-2 dan ke-5, adalah kemanusiaan dan keadilan sosial. Negara tidak boleh membiarkan rakyat menghadapi pasar sendirian, terutama saat kebutuhan dasar dipertaruhkan. Dan harga yang stabil bukan kebijakan istimewa, melainkan syarat keadilan sosial.

Page 3 of 4
Prev1234Next
Tags: Ekonomi IslamHarga NaikKepanikan soasilPancasikaRakyat PanikTata Kelola
Previous Post

Panglima TNI Monitoring Pengamanan Malam Tahun Baru 2026, TNI Kerahkan Ribuan Personel dan Alutsista

Next Post

Resolusi Awal 2026: Menata Niat, Menguatkan Takwa, dan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Related Posts

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi
Ekonomi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026
Ekonomi

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Ekonomi

Kolaborasi YBM BRILiaN dan Lokadesa, 350 Warga Rentan di Jabar Jadi Sasaran Bantuan Pangan

29 Oktober 2026
Ekonomi

Pilkades Digital 92 Desa di Kabupaten Sumedang Lancar

28 Oktober 2026
Edukasi

Bunda Yana: Prioritas BKAD Perhatikan Kesiapan Kegiatan dan Kualitas Hasil Pembangunan

28 Oktober 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Pastikan Penyusunan APBD TA 2027 Efektif, Akuntabel, dan Relevan Dengan Kebutuhan Pembangunan Masyarakat

28 Oktober 2026
Next Post

Resolusi Awal 2026: Menata Niat, Menguatkan Takwa, dan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021