Garut, BEDAnews
Sejak harga bawang putih meroket, di Pasar Induk Guntur, Garut, sejak sepekan terakhir salah satu bumbu pokok itu langka ditemukan di Garut. Para pedagang mengeluh tidak bisa menjual karena pasokannya sama sekali berkurang.
“Sekarang bawang putih susah ditemukan di pasar ini. Kalau ada juga barang lama dan mahal sekali,” keluh salah seorang pedagang di Pasar Guntur, Yoyoh (40) kepada Bedanews.com, Sabtu (16/3).
Menurut Ai, biasanya per hari dia mendapatkan pasokan bawang putih sampai 10 kilogram. Namun, saat ini mendapatkan bawang putih satu kilogram dari pemasok pun sangat sulit. “Dulu gampang bawang putih didapatkan, sekarang sama sekali tidak bisa menjualnya,” kata Ai.
Sampai hari ini, lanjut Ai, harga bawang putih mencapai Rp. 75.000 per kilogramnya. Hampir sepekan terakhir harganya mengalami kenaikan dengan harga normalnya hanya Rp. 45.000 per kilo.
Diperkirakan kenaikan akan terus terjadi, jika pemerintah belum juga memberikan tindakan terhadap terus naiknya harga bawang putih ini. “Kalau bawang terus langka, atau sampai tidak ada, para pedagang mau demo,” kata dia.
Hal sama dikatakan pedagang lainnya. Asep (35), pedagang di Pasar Guntur, sudah tidak ada yang memiliki stok bawang putih. Kondisi ini tejadi sejak meroketnya harga bawang putih di pasaran.katanya.
Bawang putih masih bisa didapatkan di pedagang eceran saja. Itu pun bawang putih sisa stok lama dengan harga sangat tinggi. “Di eceran bisa sampai Rp 80.000 sampai Rp 90.000 dijual per kilogramnya. Soalnya emang sudah gak ada stok,” Ungkap Dedi. (Sighar)











