KAB. BANDUNG || bedanesw.com — Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna, pada sambutannya menuturkan, hampir 56 prosen masyarakat Kabupaten Bandung merupakan keluarga dari Nadhlatul Ulama (NU), dan sebagai Ketua DPC, ia menginginkan kantor PCNU bisa dijadikan Perguruan Tinggi.
Untuk merealisasikannya, jelas ia membutuhkan semua pihak dan keluarga besar NU. Untuk Madrasah Ibtidaiyah sudah ada Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah, jadi tinggal perguruan tingginya saja yang belum tersedia.
Janji-janji politik yang dulu disampaikan kampanye, menurutnya sudah 80 prosen bisa tetealisasikan. Termasuk dengan gaji guru ngaji, selain mendapatkan insentif Rp350 ribu, juga mendapatkan BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah. Untuk BPJS kematian pun disediakan Rp200 juta.
“Data sementara guru ngaji yang masuk saat ini ada sekitar 16 ribu orang, tapi setelah di evaluasi ternyata ada 23 ribu orang,” katanya saat Pelantikan Bersama, Pengurus Nadhlatul Ulama Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, pengurus Majelis Wakil Cabang Margaasih Masa Khidmat 2021-2025, Pengurus PAC Muslimat Margaasih Masa Khidmat 2021-2026, Pengurus PAC Fatayat Masa Khidmat 2021-2025, Pengurus PAC ANSOR Masa Khidmat 2021-2023, dan Pengurus Ranting Se-Kecamatan Margaasih Masa Khidmat 2021-2026, di aula Darul Ma’arif, Minggu 28 November 2021.
Untuk program prioritas lainnya, Bupati yang akrab disapa Kang DS menambahkan, pembasmian Bank Emok agar masyarakat Kabupaten Bandung tidak menjadi sebuah ketergantungan. Solusinya nanti di tahun 2022 program dana bergulir siap dicairkan untuk membantu masyarakat terdampak perekonomian di masa pandemi ini.
“Dan bagi rekan-rekan yang sudah dilantik, semoga amanah dan bisa menjalankan syiar Islam dengan maksimal. Harus ingat, bahwa jabatan itu ada batasnya, jadi berbuatlah demi kebaikan umat,” ujar Kang DS.
Di kesempatan itu, Kang DS menyatuni anak-anak yatim yang berada dilingkungan Desa Rahayu. Juga mengingatkan agar mau berbagi untuk kebaikan umat.***













