Hukum

Hakim Tipikor Patahkan Keterangan Saksi BPKP

Jakarta, BEDAnews.com

Saksi ahli dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi  DkI  yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shinta  Kejaksaan Negeri (Kejari)  Jakarta Pusat  ke Pengadilan Tipikor jakarta selatan, yaitu Auditor Muda mengungkapkan bahwa pada kesimpulan penyaluran dana bantuan
yang berasal dari Dana APBD Prov DKI jakarta 2010 harus dikembalikan agar negara tidak di rugikan.
 
Hal itu diungkapkannya dihadapan Ketua Majelis Hakim,  Nani Idrawati,  SH, MH, pada sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana bergulir Kelurahaan Petojo Utara tahun 2010 di Tipikor Jak selatan, Selasa (3/3/15).
 
"Kesimpulan yang diperoleh BPKP, terdapat kerugian negara sebesar Rp 334  juta. Kurang lebih  Hal itu, setelah kami melakukan auditor . Selanjutnya kami somasi kepada terdakwa akhirnya terdakwa membayar Rp 53 juta kurang lebih, sisa kerugian negara sekitar  Rp.497 juta  lebih kurang  dari dana awal Rp540 juta itu  yang seharusnya  disalurkan kepada masyarakat,” terangnya.
 
Namun Ketua Majelis Hakim, Nani Indrawati kurang puas  dengan keterangan BPKP auditor muda itu dan akhirnya keterangannya dipatahkan  dengan  tegas konon katanya,  ya karena dana itu dana APBD namun bahwa yang menandatangi perjanjian antara kedua belah pihak dimana pihak pertama Safrizal bertanggung  jawab atas kejadian ini, kemudian  pihak kedua saudara Terdakwa sama-sama ganti 50 persen, tandasnya di persidangan Tipikor.
 
Selanjutnya, setelah pemeriksaan saksi fakta BPKP Provinsi DKI meninggalkan Ruang siding, kemudian berlangsung Pemeriksaan Terdakwa yang di Ketuai Majelis Hakim Nani Indrawati,  namun terdakwa mengakui perbuatannya dan bertobat tidak akan melakukan perbuatannya lagi bu Hakim, kata terdakwa dan di jawab Nani iya .
 
"Kemudian Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Jaksa Shinta kapan di tuntutannya,  di jawab Jaksa 1 minggu  bu Hakim. “Selasa depan yah,” kata Nani. (Sena)

Baca Juga  Siska Gefrianti : Staff, Karyawan dan Hakim PN Bandung Negatif Corona

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close