“Dokter Terawan sungguh rendah hati. Padahal jabatan beliau begitu tinggi, tetapi masih mau mengambil darah pasien sendiri. Bagi saya, itu luar biasa,” katanya.
Terapi yang dijalani Haji Ninong berkaitan dengan pendekatan imunoterapi berbasis sel dendritik (dendritic cell). Secara umum, terapi berbasis sel memanfaatkan sel yang berasal dari tubuh pasien untuk kemudian diproses dan dikembangkan sebelum diberikan kembali kepada pasien.
Bagi Haji Ninong, pengalaman tersebut bukan sekadar soal teknologi kedokteran. Ada nilai kemanusiaan yang justru paling membekas.
Ia melihat Terawan tidak menciptakan jarak antara dokter dan pasien. Sebaliknya, tindakan sederhana mengambil darah sendiri membuatnya merasa mendapatkan perhatian secara langsung.
“Jabatan itu tidak membuat beliau menjaga jarak dengan pasien. Saya melihat sendiri bagaimana beliau melayani dengan rendah hati,” ujarnya.













