Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Ngada, Rendy, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi program tersebut. MBG tidak dapat berjalan sendiri ditangan pemerintah dan harus mendapat dukungan dari masyarakat.
“Pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha harus bergerak seirama. Melalui pelatihan dan pemberdayaan, kita memastikan semua pihak memahami perannya dalam rantai penyediaan bahan pangan bergizi,” ungkapnya.
Menambahkan, Kepala Dinas Kesehatan Ngada, Yovita Maria menekankan bahwa kegiatan seperti ini berperan penting dalam menekan angka kekurangan gizi di masyarakat.
“Kami melihat perubahan nyata di lapangan. Dengan adanya dukungan pelatihan dan pemanfaatan produk lokal, masyarakat kini lebih sadar pentingnya asupan bergizi dan mampu mengelola bahan pangan secara mandiri,” ujarnya.













