Bukan apa-apa, UMKM sejauh ini memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian bangsa, khususnya untuk menyerap tenaga kerja. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyatakan UMKM menghasilkan 97,02% tenaga kerja.
Di sisi lain, sektor perdagangan termasuk yang dilakoni pelaku UMKM diprediksi menjadi salah satu sektor yang rebound setelah new normal diterapkan. Mood untuk berbelanja akan kembali bertumbuh setelah penyesuaian-penyesuaian terukur terhadap aktivitas warga diberlakukan. Para pelaku UMKM, bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kembali ruang-ruang pendapatan yang selama ini tertutup.
Sebagai agen perubahan nasional, bank bjb turut serta memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM agar mereka lebih siap menghadapi situasi new normal. Kebijakan stimulasi telah dikeluarkan perseroan guna memperkuat fondasi permodalan, baik dalam bentuk modal kapital maupun modal sosial dan kognitif. Persiapan menyeluruh ini penting agar kelak jika saatnya tiba, eksekusi usaha bisa berjalan dalam koridor prediksi yang terukur.













