“Transformasi ini bukan hanya soal mengikuti tren teknologi. Ini tentang mencetak lulusan Adab dan Humaniora yang berakar pada nilai keislaman dan budaya lokal, tetapi juga melek digital dan kompetitif secara global,” tegas Dekan Dedi.
Dengan hadirnya Kurikulum OBE 2026, FAH UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya menjadi fakultas humaniora yang relevan, adaptif, dan berdaya saing di era kecerdasan buatan.
Komitmen FAH Cetak Lulusan Berdaya Saing
Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi FAH UIN SGD Bandung untuk mencetak lulusan yang berkarakter, melek teknologi, namun tetap menjunjung nilai budaya dan keislaman.
“FAH tidak hanya ingin mencetak sarjana, tetapi juga duta budaya dan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” pungkas Dekan.













