KAB. BANDUNG — Politisi Senior PAN, H. Kasjvul Anwar, menyebutkan, menapaki Hari Sumpah Pemuda ke 93, 28 Oktober 2021, para pemuda semestinya sudah bisa membina diri dan selalu mawas diri.
Terutama mempertebal keimanan, ilmu yang mencukupi, wawasan luas sebagai pendampingan, dan amal kebaikan atau kepedulian terhadap sesama, tambah Kasjvul, sehingga bisa menjadi pelopor, cermin, dan penyempurna bagi pendahulunya.
Kasjvul menambahkan, untuk menvisualisasikan permasalahan tersebut, pastinya harus ada campur tangan pemimpin melalui contoh suri tauladan yang baik dalam mewujudkan cita-cita luhur negara yang diimplementasikan dengan semangat idealis, patriotis, nasionalis, serta agamis.
“Intinya secara garis besar, para pemuda bisa kepada jati dirinya sebagai harapan besar bangsa. Mengisi waktu dengan berbagai ilmu, pengetahuan, yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara juga agamanya,” katanya melalui telepon, Rabu 27 Oktober 2021.
Dia menjelaskan, prilaku pemuda atau gemerasi penerus sebagian sudah terkontaminasi dengan budaya luar. Baik dari bahasanya juga kesehariannya. Kenyataan itu harus segera disikapi dengan tegas dan benar.
Salah satunya, menurut dia, dengan menggalakkan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Jelas hal itu perlu anggaran yang memadai supaya bisa direalisasikan secara profesional dan proporsional.
“Tak kalah pentingnya, Bahasa Indonesia dijadikan wajib dalam setiap setiap melakukan komunikasi atau kegiatan lainnya. Tentunya Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak asal bunyi,” ujar dia.
Sementara untuk memaksimalkan peran pemuda, lanjut dia, dengan memberi kesempatan untuk berkiprah serta berekspresi agar bisa menjadi kader bangsa potensial. Dengan demikian para pemuda bisa berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara tercinta ini.***













