NU membutuhkan kader seperti ini: dekat dengan pesantren, tidak tercerabut dari kehidupan warga, dan bersedia bekerja keras tanpa banyak meminta sorotan. NU tidak cukup hanya dipimpin oleh orang yang pandai tampil di panggung. NU harus dihidupi oleh orang-orang yang siap hadir ketika pesantren membutuhkan perhatian, ketika warga memerlukan jalan keluar, dan ketika umat membutuhkan pelayanan nyata.
Saya mendengar Gus Yusuf membawa perhatian besar pada penguatan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Dua hal ini sangat dekat dengan kebutuhan warga NU. Pesantren harus terus tumbuh menjadi pusat ilmu dan pembentukan akhlak. Di saat yang sama, masyarakat kecil harus memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa merasa dipersulit atau dibebani.













