Tidak relevan dan tidak fair jika dengan adanya nama Soeharto, misalnya, Gus Ipul diframing bermacam macam, dikaitkan dengan jabatannya sebagai sekjen PBNU dan kemudian disuarakan untuk bertanggung jawab.
Jabatannya Sekjen PBNU merupakan hal terpisah dari jabatan Mensos. Karenanya, menarik keduanya menjadi satu yang integral merupakan sikap anomali, bahkan tendensius. Pertanggungjawaban Sekjen PBNU kepada Rois ‘Amm PBNU, sedangkan pertanggungjawaban Mensos kepada Presiden Indonesia. Dua entitas yang berbeda.
Warga NU layak bersyukur, dua nama tokoh besar NU tahun ini ditetapkan menjadi pahlawan nasional; KH Syaikhona Kholil dan KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur), meskipun sejatinya gelar tersebut bukan tujuan. Tokoh tokoh NU terbiasa bergerak dalam sunyi, tidak berisik, tekun, tidak tergesa-gesa, pahit, terjal, sabar dan tanpa pamrih. Dasar utama pergerakan dan penghidmatan mereka adalah kemanusiaan, keagamaan dan kebangsaan. Tak terbersit sedikitpun mereka berharap pemberian gelar pahlawan nasional, sebaliknya mereka yakin santri santrinya akan mikul duwur mendhem jeru.













