Garut, BEDAnews
Penjagaan di sekitar kawah Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, diperketat. Petugas menutup gunung itu dari aktivitas manusia. Selain melarang kunjungan wisatawan, petugas juga menghentikan aktivitas ratusan petani yang biasa menggarap lahan di dekat kawah gunung itu.
Naiknya status Gunung Papandayan dari waspada menjadi siaga sejak Minggu 5 Mei lalu, membuat petugas memperketat pengamanan. Mereka melarang kunjungan wisatawan dan aktivitas petani penggarap lahan yang berada di sekitar kawah gunung ini.
Hal itu terlihat di pintu masuk pertama menuju Gunung Papandayan yang biasanya kosong tanpa penjagaan, kini dijaga sejumlah orang. Sepeda motor sang petugas sengaja diparkir di tengah jalan untuk menghalangi kendaraan lain masuk.
Larangan tersebut terpaksa dipilih untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan gunung api papandayan sejak beberapa hari terakhir.
“Gunung sendiri ditutup untuk umum guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata polisi hutan Gunung Papandayan, Harim, saat dijumpai BEDAnews.com, Jumat (10/5/2013).
Hingga Kamis 9 Mei kemarin, aktivitas kegempaan Gunung Api Papandayan tercatat mengalami 12 kali gempa vulkanik dangkal, 31 kali gempa tektonik lokal, dan 4 gempa vulkanik dalam. (Sighar/Yanti)











