Pada sesi acara tersebut, dihadiri 6.000 peserta secara hybrid, terdiri atas Kepala Desa/Lurah, Camat, Bupati/Walikota se-Jawa Barat, serta perwakilan berbagai Kementerian strategis, turut hadir pula Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan mengikuti Rapat Koordinasi Pusat-Daerah.
Sedangkan pihak Kemendes PDTT, pilih Kabupaten Bandung jadi pilot project Desa Peternakan Terpadu.
Lanjut Dedi Mulyadi, Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata ekonomi kerakyatan, untuk itu koperasi Desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi kebutuhan masyarakat mulai dari pangan, pupuk, layanan kesehatan, pakaian, hingga daging saat hari raya.
“Uangnya akan muter dari Desa ke Desa, dari Kelurahan ke Kelurahan, dari tangan rakyat ke tangan rakyat,” tegasnya.
Kang Dedi Mulyadi tekankan, pentingnya integrasi pengurus koperasi dalam memastikan keberhasilan program. Ia mengusulkan sistem transaksi koperasi berbasis digital melalui e-budgeting, guna mencegah penyalahgunaan uang tunai.













