Direktur Ma’had Al-Jamiah, Abdul Hadi, M.Ag., menjelaskan Ma’had merupakan pelembagaan tradisi ke dalam kampus yang berupaya merefleksikan nilai-nilai kepesantrenan, mentransformasikan keilmuan dan pengalaman tradisi keislaman, dan menjadi model pendidikan khas Indonesia, karena muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya.
“Jadi pembelajaran dimulai tiap semester barunya, kami selalu rutin mengadakan pembelajaran itu setiap hari dari pukul 19.30 sampai 21.00 WIB. Untuk hari Minggu-Senin itu bahasa Arab, Selasa-Rabu diisi oleh bahasa Inggris, Kamis itu Turost, Jumat itu Tahsin, Sabtu biasanya Seminar yang diadakan oleh Ma’had,” pungkasnya.(dihar)













