“Saya sangat berharap bahwa sumber bahan makanan untuk program MBG dapat berasal dari UMKM dan hasil produksi masyarakat setempat di Desa Pemulutan Ulu dan wilayah sekitar, misalnya dari petani sayur, peternak telur dan ayam, pedagang bahan pangan, hingga usaha kecil yang memproduksi bahan makanan lokal,” ujar Irma Suryani.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi penerima manfaat program, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi desa. Dengan memanfaatkan potensi lokal, perputaran ekonomi di tingkat masyarakat dapat semakin berkembang.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam implementasinya, program MBG akan didukung dengan keberadaan dapur MBG yang berfungsi sebagai pusat pengolahan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Oleh karena itu, Irma mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program agar berjalan dengan baik dan transparan.













