Bandung BEDAnews.com
Sejak lama khasanah seni dan budaya Jawa Barat yang kaya, menjadi bagian tidak terpisahkan dari pola kehidupan masyarakatnya tetapi kemajuan teknologi dan informasi mulai menggerusnya sehingga mulai mempengaruhi pola sikap dan gaya hidup masyarakatnya.
Merasakan hal itu Gerakan Seni Tradisional (Gesit) Jawa Barat melakukan upaya pelestarian dan pewarisan seni budaya, khususnya seni musik tradisional dengan melakukan kegiatan dokumentasi alat music tradisional, salah satu upaya sumbangsih untuk melestarikan, mengembangkan dan mewariskan seni tradional kepada generasi muda dalam membangun jati diri bangsa.
Ambu Usdek Kania,S.Sos Ketua Gerakan Seni Tradisional (Gesit) Jawa Barat, saat ditemui di Padepokan Wulung Bandung, Kamis (17/12). Kepada BEDAnews mengatakan provinsi Jawa Barat memiliki keanekaragaman seni dan budaya tradisional yang tak terhitung namun kemajuan teknologi dan informasi mulai menggerusnya, karena itu Gesit sebagai pegiat seni-budaya tradisional Jabar berupaya untuk lebih mengangkatnya kembali.
Salah satunya adalah dengan mendokumentasikan alat music tradisional, yang sudah mendunia saat ini, angklung alat music yang terbuat dari bamboo, meskipun sebenarnya masih banyak alat musik tradisional yang terbuat dari bamboo, diantaranya calung.
“Kepedulian GESIT terhadap seni dan alat music tradisional Jawa Barat, diwujudkan dengan upaya Gesit yang kini sedang mendokumentasikan alat music tradisional, khususnya angklung dimulai dari tahap pemilihan bambu (Wulung Bambu), mengelolanya sampai menjadi alat music tardisional. Baik yang digunakan untuk alat music angklung ataupun calung.” kata Usdek Kania
Kemudian Kendang alat musik tabuh tardisosional jawa barat ini,termasuk yang didokumentasikan tetapi yang jadi perhatian adalah tentang cara menabuhnya, karena cara menabuh Kendang untuk pencak silat, tari, calung, reog, degung dan wayang. satu sama lain berbeda hentakan dan irama cara menabuhnya.
Lebih jauh dikatakan Usdek Gesit dibawah binaan Ibu DR.Hj. Meilina Kartika Kadir, M.Si semakin eksis dalam melestarikan seni tradisional bersama kelompok-kelompok seni tradisional yang dilindunginya sering diundang untuk tampil mengisi acara, baik ditingkat Jabar, Nasional bahkan sudah beberapa kali tampil di luar negeri seperti, ke Korea Selatan, Malaysia, Singapore.
beberapa group music tradisional yang dibina oleh Gesit diantaranya: Gojeh Group, Ristras ( Reneka Seni Tradisi Sunda); GBC (Gendrang Budaya Cikarang) Bekasi; Sundapura Karawang; Panji Asmara Cirebon; Pulasara Kujang Bandung Barat, serta banyak lagi lainnya di Jabar.
Mengenai target kegiatan dokumentasi atas saran dukungan dan dorongan ibu DR.Hj Meilina Kartika Kadir yang saat ini masih duduk sebagai anggota Fraksi PDIP DPRD Jabar dari Dapil Kabupaten Bekasi ini, GESIT menargetkan selesai sebelum akhir tahun 2015 ini.
“ Kita sudah targetkan pembuatan dekomentasi alat music tradisional dari bamboo, selesai sebelum akhir tahun 2015 ini. Insya Allah, target dapat tercapai”, ujar Ambu Usdek optimis.
Dokumentasi ini dalam bentuk CD/ DVD, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga akan buat dalam bentuk buku. Hal ini, demi melestarikan dan pewarisan seni dan alat tradisional kepada kalangan generasi muda.
Sebagai pelaku seni tentunya, kita turut subangsih mengisi pembangunan dan membangun jati diri bangsa melalui seni tradisional. Apalagi beberapa belakangan ini, minat kalangan generasi muda untuk belajar dan memainkan alat music tradisional kian meningkat. tandasnya@hermanto












