Pendapat Wihadi didasarkan pada pengamatannya bahwa di seluruh Lapas pasti terdapat TPS Khusus, di mana semua petugas pemungutan suara adalah sipir.
“Artinya itu gak perlu nyoblos, yang nyoblos sipir aja itu bisa,” ungkapnya.
Menurut Wihadi, Lapas menjadi tempat yang sangat rawan untuk disalahgunakan guna mendulang suara dari para warga binaan. Meskipun belum ada bukti konkret, pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas proses pemilu di dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini menekankan pentingnya memastikan bahwa pemilu berlangsung tanpa intervensi di berbagai sektor, termasuk di dalam penjara.













