“Jadi kita sehat saja tidak cukup, harus bugar sehingga memiliki usia produktif baik kini dan nanti,” jelasnya.
Sebagai organisasi nonprofit, masih kata Anita, Perwatusi terus berada di tengah masyarakat dalam rangka membangun kepedulian masyarakat atas pentingnya menjaga dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah terkena osteoporisis. “Karena apabila kita kena osteoporosis berdampak patah tulang, maka mengganggu ekonomi keluarga dan membuat keluarga terbebani. Jadi bagaimana kita menabung tulang dari muda,” ujar Anita.
Perwatusi, menurut dia, ingin mengubah mindseat bahwa osteoporosis bukanlah untuk orang tua saja, tapi dari muda harus digaungkan.
“Khusus DKI Jakarta, kami sampaikan penghargaan tertinggi kepada Tim Penggerak PKK yang selalu menyambut baik kolaborasi bersama Perwatusi karena memiliki kepedulian yang sama, mendampingi masyarkat DKI Jakarta memiliki tulang kuat, sehat dan terhindar dari osteoporosis,” tandasnya.













